Jumat, 17 Februari 2012

CURHAT SAMPAI KIAMAT


Yah begitulah. Sesame cewek memang suka curhat. Gak heran toh kalau banyak film tentang geng cewek yang hobinya curhat-curhatan terus, termasuk Gossip Sirl, sisterhood of the Traveing Pants, Mean Girls, dan masih banyak lagi. Kayaknya selama ada teman cewek untuk dicurhatin, masalah seberat 1 ton terasa seenteng kapas. Belakangan ini psikolog dan periset memberikan perhatian mendalam pada kebiasaan curhat diantara cewek belia. Mereka bertanya: sampai di batas manakah curhat dianggap berlebihan dan tidak lagi menyehatkan? Beberapa penelitian sih memperlihatkan bahwa curhat berlebihan mengenai sebuah problem yang sedang dihadapi justru bisa memicu gangguan emosi, termasuk kecemasan dan depresi.
Para periset menggunakan istilah “perengungan bersama” (co-rumination) untuk menyebut diskusi terlalu sering atau obsesif mengenai masalah yang sama. kenapa dia gak menelfon aku ya? Apakah sebaiknya aku putus sama dia? Dan seterusnya, dan seterusnya. Menurut sikolog, budaya curhat semakin gawat dengan adanya teknologi email, SMS, instant messaging, dan facebook. Dalam kasus tertentu, curhat bisa berbalik menjadi kemarahan yang tidak  sehat dan bahkan menular.
Riset di atas membedakan (1) sharing atu “ mengungkapkan diri” yang dianggap positif dengan (2) berkutat dalam masalah dan rasa frustasi. Nah, berkutat dalam masalah itulah yang berbahaya bagi cewek yang rentan terserang depresi  dan kecemasan dibandingkan cowok. Mereka akan terjebak dalam pemikiran negative. Ada segi positifnya juga sih. Kelompok teman yang melakukan perenungan bersama biasanya berhubungan sangat dekat. Kedekatan itu biasanya membuat mereka percaya diri.
Cowok sih berbeda. Obrolan mendalam di antara mereka, yang hanya berlangsung sesekali, tidak sampai memicu kecemasan atau depresi, demikianlah hasil riset yang dilakukan oleh Amanda J. Rose, asisten professor ilmu psikologi di Univer itas Missouri, Columbia.
“ketika para cewek curhat, mereka merasa nyaman karena mendapat dukungan dan penguatan.” Ungkap Dr. Amanda yang hasikl risetnya diterbitkan di jurnal Developmental Pscyhology  tahun 2007. “ sayang mereka curhat terlalu ekstrem. Obrolan berlebihan itulah yang membuat perasaan mereka justru menjadi lebih buruk.”
Cewek ABG umumnya rentan untuk melakukan perenungan berlebihan dan akhirnya terserang depresi dan kecemasan karena, “ ada banyak pemicu stress di usia remaja dan banyak hal yang tidak jelas bagi mereka,” kata Dr. Jane. Masalah mulai berkencan, mulai pacaran, liku-liku persahabatan, popularitas, dan lain-lain bisa berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi terlalu sukar untuk dikendalikan. “Karena itulah mereka perlu untuk curhat,” bilang Dr. Jane.
Paham kan? Kebanyakan curhat gak baik tuh. Secukupnya sajalah. J

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Fatira Sari and Powered by Blogger.